7. Legalitas Menurut Agama Dan Pemerintah


Legalitas Menurut Pemerintah Dan Agama




Surat keputusan Menteri HUKUM dan HAM Republik INDONESIA
No. C-26819/ HT / 01.01.Th. 2005
Bahwa PT. QNET INDONESIA Telah SAH berbadan Hukum Perseroan Terbatas atau PT










Legalitas Menurut Agama

Surat Keputusan Forum BATHSUL MASAIL Pengurus Wilayah NAHDLATUL ULAMA DKI JAKARTA, Bahwa Usaha PT. QNET INDONESIA adalah SAH & HALAL .

Legalitas Perusahaan ini Ditandatangani Oleh :
  •  KH. M. SYAFI' I HADZAMI ( Rois Syuriah )
  •  KH. DR. M. MANSURI NAIM, M.A, ( Khatib Syuriah )
  •  H. ABDUL WAHID AZIZ BISRI ( Ketua Tanfidziah )
  •  KH. MUHYIDIN NAIM ( Sekr. Tanfidziah )








Di ambil dari 17 ayat suci Alqur’an, dan Quest-Net / Qnet /Qi Ltd, adalah bisnis yang HALAL



Dengan adanya legalitas dari pemerintahan dan keagamaan di indonesia tentu perusahaan qnet adalah perusahaan yang legal dan diakui keberadaannya khususnya di Indonesia. Sebuah perusahaan bisa eksis di suatu negara tentunya didukung faktor legalitas. Tak terkecuali QNET yang didukung dengan legalitas dari pemerintah dan agama.

Sebuah perusahaan tidak bisa berdiri hanya karena bermodalkan legalitas dari pemerintah saja, karena Indonesia adalah negara yang penduduknya beragama Islam maka legalitas dari wilayah Agamapun diperlukan. Sebagai contoh, tahun 80-an ada SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah), menurut pemerintah diperbolehkan dan dilegalkan, tapi menurut agama itu justru diharamkan, maka SDSB pun bangkrut. Begitupun sebaliknya, ada yang namanya Amalillah, menurut hukum agama diperbolehkan, dihalalkan, tapi ternyata tidak mendapat legalitas dari pemerintah, maka Amalillahpun terhenti.

Qnet sebagai perusahaan multinasional sangat menghargai norma dan hukum yang berlaku di sebuah negara, maka tak heran jika Qnet mendapat legalitas dari pemerintah sebagai wujud dari bentuk Qnet itu sendiri sebagai sebuah perusahaan dengan produk yang jelas dan berkualitas.

Qnet juga mendapat legalitas dari Nahdatul Ulama dan di halalkan berkembang di Indonesia, ini membuktikan bahwa Qnet adalah sebuah bisnis atau usaha yang jelas dan jauh dari upaya penipuan sebagaimana banyak dituduhkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Anda bisa berpikir secara sederhana PBB adalah Organisasi Terbesar di Dunia, kalau organisasi seperti PBB mau bekerja sama dengan perusahaan Qnet bagaimana akreditasnya Qnet itu sendiri di mata Dunia.

Seandainya Qnet adalah perusahaan yang berbasis penipuan, apakan mau organisasi sebesar PBB mau bekerja sama dengan perusahaan Qnet.

Saya yakin anda orang pintar!!!


support: www.Qnet.net



20 komentar:

  1. ini yg kasih fatwa halal apa cuma dari Nahdlatul Ulama Saja??

    BalasHapus
  2. Klo boleh tau product nya apa yaaaa....

    BalasHapus
  3. dengan smua tipu muslihatnya memang LEGAL tp fahami dgn hati 💞 nurani.
    biar bisa dpt izin dr negara rela mengubah hingga sedemikian rupa agar supaya bisa dpt izin dr pemerintahan.
    demi tidak melanggar secara syar'i mencoba mengemas sedemikian rupa sampai bisa dpt legalitasnya... inilah hebatnya QNET dengan orang2 hebatnya yg terkesan serakah dolar (meski tdk dpt ijin resmi buka di amerika) dgn berbagai cara mencari orang2 bodoh buat jd downline 😅😅
    smoga beliau2 yg telah mengesahkan ato melegalkan tampa tau apa yg terjadi sebenarnya dimasyarakat kelak bisa mempertangung jawabkan di akhirat..

    BalasHapus
  4. Fatwa halal haram itu dari MUI bukan NU

    BalasHapus
    Balasan
    1. ente & kluarga ente klo masih merokok jangan ngomong halal atw haram..karena MUI sudah jelas2 mengeluarkan FATWA ROKOK HARAM..gitu aja koq repot

      Hapus
    2. Fatwa sah di indonesia dari MUI bukan dari NU

      Hapus
  5. hei brow.slama mshhsil keringat sendiri itu halal.

    BalasHapus
  6. hei brow.slama mshhsil keringat sendiri itu halal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jual sabu sabu juga mengeluarkan keringat bro......apa itu halal... jangankan keringat....nyawa taruhannnya

      Hapus
  7. Qnet itu bagus tolol karena dengan adanya qnet masyarakat indonesia akan makmur dari penderitaan kemiskinan itu aja kok repot

    BalasHapus
  8. Kalo memang bisnis ini haram hukumnya ya tinggalkan kalo halal ya lanjut donk

    BalasHapus
  9. Sepakat dgn bung Creativ yg melegalkan itu pasti MUI bukan NU bos, tp alangkah lebih baik Sebelum gabung analisa terlebih dahulu, jgn mudah di pengaruhi karena pasti berbagai macam cara akan di lakukan agar berhasil misinya.

    BalasHapus
  10. iya setuju , lah itu udah jelas" dari MUI masih aja diragukan, pantes orang indonesia banyak yang miskin , karna otaknya pada sok tau!!

    BalasHapus
  11. Logikanya hanya mencari korban, korban dan korban, yang menghalalkan cara itu hanya kalian yang terpedaya dgn uang tanpa peduli dengan korban yg kalian rekrut, kenapa tidak coba rekrud saudara istri anak kalian sediri, trus bayarin dapat bonus kan,,,?

    BalasHapus
  12. 95% orang orang menyimpulkan dan yg 5% dialah yg sukses

    BalasHapus
  13. Qnet adalah bisnis yang legal ko... saking sudah berhasilnya d mata dunia, qnet pernah menjadi sponsor bola manchester united!!

    BalasHapus
  14. Jangan suka menyimpulkan sesuatu yg belum tentu benar, itu yg di katakan orang" Qnet. Yg beragama islam perbanyak lah baca al quran, pahami isi kandungan surah" al quran, masalah jual beli Produk di Qnet dan sistem kerja sudah terjawab di al quran, tinggal kalian yg menentukan HALAL apa HARAM ny bisnis Qnet.

    BalasHapus
  15. udah kalian tidak usah mempeributkan suatu masalah.. perbedaan pendapat sangatlah hal yang wajar... sekarang kita belajar bagaimana caranya kita untuk saling menghargai perbedaan tersebut..
    contohnya para imam kita yang 4 mazhab. imam maliki,imam hanafi,imam syafi'i,dan imam hambali.. beliau semuanya berbeda beda pendapat namun beliau tidak mempersalahkan/mempeributkan suatu perbedaan tersebut.. justru beliau saling menghargai dan menghormati

    BalasHapus
  16. Menurut saya haram, karena cara nyari orangnya dengan cara menipu, menghalalkan segala cara demi untuk ngedapetin downline... Sesuatu pekerjaan yang ada unsur penipuan itu haram pastinya... Bahkan dosanya mengalir terus seiring dengan uang yang di dapat dari bisnis itu, saya sih cuma nyaranin masa depan kita itu di akhirat, dunia ibarat numpang minum, jangan kotori minumanmu dengan racun...

    BalasHapus